Sunday 25th June 2017

Tips Belajar Teknik Jatuh ala Pembalap MotoGP

Ilustrasi - Ist

Ilustrasi – Ist

Semahir-mahir tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Peribahasa ini juga cocok dilekatkan pada biker yang setiap hari berkendara di jalan umum. Suatu saat, bagus karena kelalaian sendiri, orang lain, faktor cuaca, atau kondisi jalan, biker berpotensi mengalami kecelakaan di jalan, meski kadarnya berbeda-beda.

Bisa dibilang, tidak ada satupun yang ingin jatuh dari sepeda motor. Namun, di jalan raya, segala tragedi mungkin saja bisa terjadi, dan mengantisipasi kemungkinan buruk itulah yang harus dipelajari.

Cedera sulit dihindari saat jatuh dari sepeda motor, tapi paling tidak tingkat keparahannya bisa direduksi. Hendrik Ferianto, Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor (AHM) berbagi tips kala menghadapi kondisi tersebut.

Pertama, ucap Hendrik, ketika sudah menyadari kita akan terjatuh, ikhlaskan sepeda motor. Pisahkan diri dari tunggangan, sehingga tubuh tidak tertiban kendaraan atau  terjepit sehingga memperparah cedera.

“Lepaskan saja sepeda motornya, pisahkan diri. Ini bisa memperkecil cedera yang dialami pengendara sepeda motor,” ucap Hendrik, Kamis (13/10/2016).

Hendrik melanjutkan, usahakan punggung jadi bagian tubuh yang pertama kali berbentuan dengan permukaan jalan. Jadi tidak dalam posisi tengkurap.

“Bagaimanapun kondisinya usahakan punggung terlebih dahulu. Karena resiko cedera tulang punggung lebih kecil dibanding rusuk dada. Teknik jatuh ini juga digunakan oleh para pembalap MotoGP.  Makanya mereka cenderung cedera tulang punggung,” jelas Hendrik.

Kemudian yang ketiga, tutur Hendrik, terkait dengan kebiasaan berkendara. Di mana khususnya buat motor kopling dengan posisi persneling yang dicongkel. Pastikan posisi kaki jangan lupa buat dikembalikan di posisi normal (di atas foot step dan tuas perseneling), sehingga tidak menyangkut di bawah.

“Karena saat kecelakaan, posisi kaki ini akan berpotensi membuat kaki tersangkut, sehingga sulit melepas diri dari sepeda motor. Ini akan sangat berbahaya,” tutur Hendrik.

“Terakhir, jangan lupa buat berdoa dan berhati-hati penuh, ketika berkendara agar kecelakaan bisa terhindari,” ucap Hendrik.

Sumber


Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.