Friday 20th October 2017

Kejar Gelar Juara Dunia, Vinales Tampil Cepat di Tes Sepang dan Valencia

Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

Hasil tes di Valencia dan Sepang sudah cukup buat membuat Maverick Vinales merasa percaya diri dengan peluangnya jadi juara dunia MotoGP 2017. Vinales mengaku akan mengejar gelar juara sejak seri pertama.

Proses adaptasi Vinales dengan motor Yamaha terhitung sangat mulus. Pembalap berkebangsaan Spanyol itu menjadi pembalap tercepat dalam sesi tes selama dua hari di Valencia, bulan November 2016 lalu. Dia kabarnya juga tetap kencang dalam sesi tes privat yang dilakukan Yamaha di Sepang.

Vinales, 22 tahun, merasa sudah cukup berpengalaman setelah dua musim berkompetisi di kelas MotoGP bersama Suzuki. Dia pun mematok target tinggi sejak seri pembuka yang akan dilangsungkan di Lintasan Losail, Qatar, 26 Maret mendatang.

“Sejujurnya, ini akan menjadi tahun ketiga saya di MotoGP dan saya berpikir sudah punya cukup pengalaman buat tahu bagaimana balapan akan berjalan,” jelas Vinales dalam acara peluncuran motor baru Yamaha di Madrid, Spanyol, Kamis (19/1/2017).

“Saya tahu akan butuh pengalaman bersama Yamaha, tapi sejak balapan pertama kami bisa berpikir buat mengejar titel.

“Penting buat memulai dengan mentalitas ini karena mungkin pada pertengahan musim Anda mulai berpikir (memungkinkan buat mengejar titel) dan itu sudah terlambat. Jadi, Anda harus memulai musim dengan berpikir seperti itu dan selalu punya target ini dalam pikiran Anda. Penting buat tidak kehilangan target karena target akan mendatangkan motivasi.

“Soal tekanan, saya selalu bekerja dengan sangat bagus di bawah tekanan dan saya ingat saya menjalani balapan-balapan terbaik saya tahun lalu di tengah-tengah kesepakatan antara Suzuki dan Yamaha: ada tekanan besar! Dengan tekanan saya justru bekerja lebih bagus karena saya tahu ada target dan saya merasa makin termotivasi.

Di sepanjang musim lalu, Vinales sangat konsisten mendulang nilai. Dia cuma tidak berhasil dapat nilai saat tidak berhasil finish di Argentina.

“Bagi saya, penting buat selalu punya mentalitas bahwa konsistensi bisa menghasilkan titel juara. Tentu saja sangat penting buat selalu berada di podium atau memenangi balapan. Namun, suatu saat akan lebih bagus meraih 16 nilai daripada nol. Penting punya pemikiran itu,” jelas Vinales.

“Di Suzuki kadang-kadang saya berpikir ‘mungkin saya bisa naik podium, tapi mungkin saya akan crash’. Seperti di Aragon, jadi saya memutuskan buat finish keempat karena akan bodoh jika mengambil risiko lebih besar.

“Biasanya di atas motor saya banyak berpikir dan saya berharap tahun ini saya juga akan berpikir dan tidak terlalu ‘panas’! Akan sangat bagus kalau Anda bisa berpikir di atas motor karena kadang-kadang Anda ‘panas’, tak mengerti batasan dan Anda crash,” simpulnya.

Subscribe

Terima Kasih telah menjadi pembaca kami, untuk informasi lebih update silahkan masukkan alamat email anda pada form dibawah

No Responses

Comments are closed.