by

Banyak Ngomong Mobil Listrik, Kok Mobil Pak Luhut Masih Tenggak Bensin?

Jakarta – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan merupakan salah satu tokoh yang kerap bicara kendaraan roda empat listrik di Indonesia. Bahkan, di sejumlah acara dengan topik electric vehicle atau EV, Luhut acap kali hadir dan menjadi pembicara. Hmm, tapi kenapa, ya, dia ke mana-mana masih naik kendaraan roda empat bensin?

Luhut membenarkan, dia ke mana-mana masih menggunakan kendaraan roda empat bermesin bensin. Namun, dia janji, ke depannya bakal lebih sering menggunakan kendaraan roda empat listrik, apalagi setelah Presiden Jokowi menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di instansi pemerintahan.

“Saya masih pakai kendaraan roda empat Jeep saya yang pribadi, tapi sebentar lagi ya pakai EV (kendaraan listrik). Pemerintah pusat saya kira sudah mulai bertahap,” jelas Luhut di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, dilansir dari detikFinance, Rabu (28/9/2022).

Baca juga:  Wuling Mini EV Mobil listrik Mendarat di Indonesia, Calon Pesaing Toyota C+pod?

Kalau mengacu pada laman ELHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi, Luhut memang diketahui tak punya kendaraan roda empat atau motor listrik pribadi. Pada data yang terakhir diperbarui Maret 2022 tersebut, Luhut diketahui memiliki kendaraan roda empat berupa Isuzu Panther, Lexus LS 460, Toyota Alphard, dan dua unit motor Honda — yang ditaksir bernilai Rp 2,16 miliar.

Luhut Minta Kendaraan Bensin Stop Produksi di 2035

Di kesempatan yang serupa, Luhut berharap, kendaraan dengan bahan bakar minyak (BBM) sepenuhnya berhenti produksi di Indonesia pada 2035 mendatang. Selanjutnya, pemerintah akan mendorong produksi dan penggunaan electric vehicle atau EV di dalam negeri.

Baca juga:  Bagnaia petik pelajaran dari Q2 untuk duel penentuan di Valencia

“Sekarang lagi disusun semua perencanaannya, kita berharap mungkin kira-kira 2035 sudah tidak ada lagi kendaraan roda empat combustion yang diproduksi di dalam negeri, kita semua akan pakai EV,” ungkapnya.

Luhut juga berharap, dengan beralihnya masyarakat dari kendaraan konvensional ke listrik, Indonesia bisa mengurangi impor minyak mentah. Selain itu, menurutnya, pemerintah juga akan meningkatkan produksi palm oil yang sebagian bisa dijadikan bahan energi.

“Jadi nanti sebagian akan dibuat menjadi bentuk pangan menjadi minyak goreng, dan sebagian lagi buat energi clean,” ucap Luhut.