by

Vennard Hutabarat Minta Industri Sepak Bola Nasional Berbenah usai Tragedi Kanjuruhan

JAKARTA – Sepak bola nasional berduka usai Tragedi Kanjuruhan memakan korban 131 orang. Vennard Hutabarat yang pernah memperkuat tim sepak bola nasional mengatakan tragedi Kanjurahan menjadi momentum buat industri sepak bola berbenah.

“Faktor utamanya ada pada prosedur pengamanan, tidak hanya di pertandingan itu (Arema FC vs Persebaya), tapi mungkin kemarin itu sudah akumulasi dari beberapa pertandingan lainnya, termasuk di kompetisi Liga 2. Artinya apa, jangankan kompetisi Liga 1, Liga 2 pun serupa, semua SOP-nya itu tidak jelas,”

 

“Jadi jika dari sisi pemain, agar merasakan kenyamanan saat bermain sepak bola, tentunya SOP dari segi pengamanan itu lah yang harus lebih diutamakan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, pria kelahiran 2 Mei 1974 itu juga menyoal tentang sistem tiket yang diterapkan saat laga tersebut, termasuk di berbagai pertandingan sepak bola lainnya di Indonesia.

Baca juga:  Bernardo Silva Frustrasi Liverpool Permalukan Manchester City

Menurut Veve, terlepas dari kejadian di stadion Kanjuruhan, para Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan atau klub bisa mulai menerapkan sistem online ticketing.

Hal itu dia nilai bisa menjadi bagian dari evaluasi, mengingat sistem tiket yang diterapkan bisa berpengaruh bagi tim maupun penonton.

Atas terjadinya insiden di stadion Kanjuruhan, Malang pada 1 Oktober lalu, berbagai orang termasuk salah satu klub sepakbola asal Bandung, Persib menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan momentum buat berbenahnya industri sepak bola tanah air.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono juga sepakat bahwa ini merupakan saatnya memperbaiki mekanisme pertandingan.

“Persib telah memberlakukan mekanisme sistem pertandingan secara ketat, yang meliputi sistem penjualan ticketing 100 persen secara online dengan verifikasi yang komprehensif sejak kompetisi Liga 1 musim 2022/2023 ini bergulir. Dari setiap pembelian tiket yang dilakukan, mereka wajib memiliki KTP sebagai tanda pengenal dan juga sudah melakukan vaksinasi booster. Selain itu sebelum masuk ke area stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Persib juga telah menerapkan mekanisme penukaran gelang penanda ditambah dengan pemeriksaan keamanan yang menggunakan metode 4 ring buat memaksimalkan aspek keamanan”, jelas Teddy.

Tentunya dalam proses perbaikan mekanisme sistem pertandingan ini tidak semua orang bisa langsung menerimanya. Namun Teddy meyakini, bahwa ini semua dapat diterapkan dengan bagus dan efektif, karena ini merupakan upaya Persib buat menciptakan iklim pertandingan yang nyaman dan aman buat semua orang.

Baca juga:  Michael van der Mark "crash" parah di race 1 WSBK Mandalika 2022