by

Ada ‘Polisi Baik’ Patroli Pakai Motor Tua, Tugasnya Kasih Teguran Bukan Tilang

Jakarta – Satlantas Polres Nganjuk, Jawa Timur punya cara unik buat menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas. Sifatnya bukan penegakan hukum atau menakuti masyarakat, tapi pendekatannya lewat cara persuasif. Jadi satuan tugas yang bernama “Polisi Sae” akan berpatroli menggunakan motor tua menegur para pelanggar, bukan ditilang.Umumnya polisi lalu lintas sudah bersiap dengan surat tilang kalau menemukan pelanggar di jalan raya. Pollisi Sae akan bertugas memberi imbauan terlebih dahulu menggunakan bahasa lokal setempat.

Menariknya Polisi Sae akan menggunakan motor tua. Dalam akun instagram NTMC Polri terlihat modelnya disinyalir Honda Super Cub series C70 atau C86.

Dilansir dari detikJatim, Kamis (29/9/2022) Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson mengatakan selain melakukan razia dan operasi penegakan hukum, Satlantas Polres Nganjuk juga blusukan lebih dekat dengan para pengendara motor.

“Polisi SAE adakah polisi bagus yang terjun memberikan imbauan kalau ada pelanggaran dengan tidak di tilang. Peringatan dahulu kalau mengulangi kita tilang,” tambahnya.

Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Dini Annisa Rahmat mengatakan, program polisi SAE bisa menurunkan angka pelanggaran lalu lintas. Jumlah pelanggaran yang sebelumya mencapai 1312 pada bulan Agustus kini tinggal sekitar 900.

“Alhamdulillah menurun pelanggaran yang sebelumnya kisaran 1.312 kini tinggal 900 bulan ini,” papar Dini

Dini menambahkan, selain menurunnya angka pelanggaran, juga perkara kecelakaan menurun sejak program Polisi SAE. Kalau bulan Agustus perkara keceldky mencapai 75 kini menjadi sekitar 60 pada September.

Baca juga:  Rio¬†Haryanto Kini Menjadi Mentor Pembalap Muda

“Alhamdulillah perkara kecelakaan menurun tentu masyarakat harus ikut kerjasama bagaimana berkendara yang aman. Pakai helm taati rambu pasti aman,” tandas Dini.

Dalam laman humas Polri, Dini juga menyebutkan Polisi Sae sengaja menggunakan rompi khusus, – bertuliskan Polisi Sae, serta menggunakan motor tua. Selain menyimbolkan kesan sederhana juga ingin menghilangkan kesan sangar.

“Polisi Sae memang sengaja berpatroli dengan memakai rompi khusus dan motor klasik atau tua, di antaranya buat menghilangkan kesan sangar,” jelas Dini.