by

Belasan Mobil Terguling-Terbakar, Saksi Bisu Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Jakarta – Belasan kendaraan roda empat menjadi saksi bisu kerusuhan dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2022 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya. Kendaraan yang hancur terdiri dari kendaraan roda empat polisi dan kendaraan roda empat pribadi.Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta mengungkap 13 kendaraan roda empat usang akibat kerusuhan usai pertandingan Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

“13 kendaraan roda empat yang usang,” jelas Nico Afinta di Polres Malang, dilansir dari DetikJatim, Ahad (2/10).

Di antaranya 10 kendaraan roda empat yang usang ialah kendaraan roda empat patroli, truk Brimob, kendaraan roda empat patwal, kendaraan roda empat K9. Sementara sisanya ialah kendaraan roda empat pribadi.

Baca juga:  Arbi Aditama bakal lanjutkan perjalanan di JTT JuniorGP 2023
Kendaraan polisi dirusak dan dibakar massa suporter Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang Foto: (Foto: detikJatim)

Namun Nico tidak merinci berapa jumlah kendaraan roda empat yang usang antara orang kepolisian dan kendaraan roda empat pribadi.

Kendaraan roda empat yang usang kondisinya dalam keadaan terguling. Sebagian lagi dalam keadaan terbakar. Setidaknya ada tiga kendaraan roda empat yang dilalap kobaran api.

Tiga kendaraan roda empat itu ialah dua sedan yang terbakar habis, sementara 1 kendaraan roda empat lagi ialah truk Brimob yang tidak terbakar seluruhnya.

Baca juga:  Pertamina Minta Maaf Akibat Ramai Beli Bensin Pakai Kartu ATM Kena Biaya Rp 5.000
Kendaraan polisi dirusak dan dibakar massa suporter Arema FC di Stadion Kanjuruhan MalangKendaraan polisi dirusak dan dibakar massa suporter Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang Foto: (Foto: detikJatim)

Nico mengungkap kerusuhan itu menewaskan 127 orang. Dua di antaranya anggota polisi dan 125 orang suporter Arema.

“Yang meninggal di stadion ada 34 kemudian yang lain meninggal di rumah sakit pada saat upaya proses pertolongan,” ucapnya.

Tak hanya itu, ada 180 korban luka-luka masih dirawat di rumah sakit.

“Kemudian masih ada 180 orang yang masih dalam proses perawatan,” imbuhnya.