by

TGIPF Tragedi Kanjuruhan Ungkap Korban Luka Tembus 5.000 Orang

MALANG – Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan Malang terus bekerja. Tim bentukan Presiden Jokowi ini sudah menemui sejumlah korban luka pada insiden yang menewaskan 131 orang itu.

 

Salah satu anggota TGIPF, Akmal Marhali menuturkan sejak Sabtu kemarin telah mengunjungi beberapa korban luka berat, sedang, dan ringan, akibat petaka berdarah itu.

Akmal bertemu dengan CCN yang masih berusia 14 tahun. Dia mengalami pendarahan dalam mata, sesak napas, dan batuk-batuk. Retina matanya bahkan sampai saat ini tidak ada warna putihnya. Akmal juga telah menemui beberapa korban lainnya.

“Kami juga menemui dua bersaudara RADH (14) dan kakaknya, YN (25). Sang adik mengalami pendarahan dalam mata dan kakaknya sampai detik ini masih batuk dan sesak napas,” ucap Akmal, Ahad pagi (9/10/2022).

Akmal juga menemui MI (16) yang turut mengalami pendarahan dalam mata, serta luka -luka di kaki dan pinggang akibat terinjak-injak. Sementara AAA asal Jember masih dirawat dengan mata merah, kaki dan tangan patah. Semua gara-gara gas air mata.

Baca juga:  N'Golo Kante Terancam Absen di Piala Dunia Qatar 2022

“Sampai detik ini tercatat total korban 705 orang, terdiri dari korban meninggal dunia (sekitar) 130 orang, jumlah korban luka 575 orang,” jelas Akmal.

“Korban luka terbagi ke dalam tiga kategori, luka ringan sebanyak 5.067 orang, luka sedang 45 orang, dan luka berat sebanyak 23 orang. Sementara korban yang masih menjalani rawat inap 36 orang,” imbuhnya.

Lebih rincinya 5.067 itu ialah hitungan kasar total korban luka ringan. Sebab, ada yang sebagian besar langsung pulang dan dirawat di rumah masing-masing. Sedangkan yang 575 orang itu ialah korban luka yang sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Jadi bila ditotal, jumlah korban luka, bagus itu ringan, sedang dan berat mencapai sekitar 5.135 orang.

Baca juga:  Jumat, TGIPF Laporkan Hasil Investigasi Tragedi Kanjuruhan kepada Presiden Jokowi

Akmal menyebut para korban ini masih harus menjalani perawatan intensif buat memulihkan kondisinya. Tak hanya itu, dampak psikologis juga menjadi perhatiannya mengingat trauma healing menjadi hal yang penting.